Sabtu, 01 Desember 2012

Book Building



Arti Istilah Book-Building Saham IPO di Bursa Efek Indonesia
Book-building adalah proses penjamin emisi (underwriter) saham menentukan harga jual dengan melihat minat beli dari institusi dan investor. 

Proses book-building saham IPO di Bursa Efek Indonesia kira-kira begini: Pertama-tama, penjamin emisi mengumumkan rentang harga book-building saham tersebut, misalnya antara Rp 750 - 1100 untuk saham Garuda Indonesia.

Langkah berikutnya, penjamin emisi mengumpulkan pernyataan minat beli dari semua calon investor. Dalam pernyataan ini investor menyebut berapa jumlah saham yang dipesan dan di harga berapa. Harga ini harus di dalam rentang harga yang sudah ditentukan penjamin emisi. Untuk kasus Garuda Indonesia, investor hanya boleh memasukkan harga antara Rp 750 - 1100.

Investor yang sangat berminat mendapatkan jatah saham sebanyak mungkin akan memasukkan minat beli (bid) di harga batas atas. Kalau banyak investor memasukkan harga bid tinggi, investor yang memasukkan harga rendah kemungkinan tidak akan mendapat jatah. Inilah sebabnya kebanyakan investor book-building memasukkan bid di harga atas.

Tindakan melakukan bid di harga tinggi beresiko rugi besar kalau si investor tidak tahu besar animo pasar terhadap saham tersebut. Artinya begini: kalau investor memasukkan bid harga tinggi padahal saham tersebut sepi peminatnya, si investor akan mendapat banyak jatah saham yang tidak diminati orang lain. Alhasil, harga saham akan turun waktu diperdagangkan di bursa dan si investor rugi besar. Inilah sebabnya saya menganjurkan pemula main saham untuk TIDAK memesan saham melalui prosess book-building. Silahkan baca pos "Cara Main Saham IPO Untuk Pemula."

Setelah mengumpulkan semua minat beli, penjamin emisi lalu menentukan harga optimum di mana saham itu akan laku. Kalau peminat banyak, harga ditentukan di batas atas dan pemesan mendapat jatah sedikit. Kalau peminat sedikit, harga ditentukan di batas bawah dan pemesan mungkin mendapat jatah banyak.

Harga yang ditentukan ini disebut harga penawaran umum. Semua investor membayar harga penawaran umum ini untuk jatah saham yang didapat.

Pos yang berhubungan:

Cara Main Saham IPO untuk Pemula (Bagian I)
Bursa Efek Indonesia yang bullish sejak tahun 2009 mendorong banyak perusahaan untuk menjual sahamnya melalui Initial Public Offering (IPO) alias, dalam bahasa Indonesia, Penawaran Umum Perdana. Mungkin anda melihat TV dan koran yang memberitakan ribuan orang mengantri membeli saham dan anda tertarik untuk mencoba. Pos ini menjelaskan kelebihan dan kekurangan main saham IPO dan bertujuan menjawab pertanyaan,"Bagaimana cara main saham IPO?"


Kelebihan (Advantage) Saham IPO

Untuk anda yang belum pernah main saham, ada baiknya anda mulai main saham-saham IPO karena alasan berikut:
  1. IPO biasanya marak dilakukan pada kondisi pasar bullish. Akibatnya, harga saham IPO mungkin akan naik pada waktu ditransaksikan di bursa.

  2. Anda tidak perlu menganalisa mendalam saham tersebut; anda hanya perlu tahu berapa besar animo pasar terhadapnya. Kalau minat beli saham tinggi, anda ikut IPO. Kalau minat beli rendah, jangan ikut.
  3. Anda tidak perlu menentukan harga beli karena harga sudah ditentukan penjamin emisi. (Berbeda dengan transaksi di bursa di mana anda harus menentukan sendiri di harga berapa anda mau beli.)
  4. Anda tidak perlu memilih kapan harus membeli karena tanggal penawaran IPO sudah ditentukan. (Di bursa, anda yang harus menentukan kapan anda mau beli.) Silahkan baca pos "Stress Main Saham Takkan Pupus."

Kekurangan (Disadvantage) Saham IPO

Saham IPO ada kelebihannya tapi juga ada kekurangannya, antara lain:
  1. Anda mendapat saham sesuai jatah yang ditentukan penerbit saham, bukan jumlah yang anda pesan. Artinya: anda memesan 100 lot, tapi mungkin anda cuma mendapat jatah 1 lot.
  2. Anda harus merelakan uang anda tertahan sekitar 1 minggu sejak tanggal pemesanan sampai dengan tanggal pengembalian dana (refund).
Membandingkan kelebihan dan kekurangan di atas, saya pikir ada baiknya pemula mulai belajar main saham dari saham IPO. Walau kemungkinan untung banyak sangatlah kecil, tapi sebaliknya, sangat kecil pula kemungkinan rugi banyak. Lagipula, ada baiknya anda mengikuti proses lahirnya saham di bursa.


Ikut IPO Yang Mana?
Ini adalah pertanyaan pertama yang harus kita jawab. Saya sebut di atas bahwa sebaiknya anda ikut IPO saham yang banyak peminatnya dan tidak perlu menganalisa saham secara mendalam. Ada 2 alasan saya menganjurkan ini. Pertama, anda tidak bisa menganalisa teknikal (pergerakan harga) karena saham belum ditransaksikan. Kedua, anda tidak perlu menganalisa fundamental (kondisi keuangan) karena--selain sulit--sudah tersirat dari minat beli investor kakap dan berpengalaman: mereka hanya akan beli kalau fundamental perusahaan baik.

Pertanyaan berikut: Dari mana kita tahu minat beli pasar? Jawaban: Dari hasil book-building.


Book-building
(Untuk lebih jelasnya, silahkan baca pos
"Arti Istilah Book-Building Saham IPO di Bursa Efek Indonesia.")

Book-building adalah proses penjamin emisi menentukan harga jual dengan melihat minat beli dari institusi dan investor besar. Sebelum harga ditentukan, penjamin emisi memberi rentang harga penawaran saham tersebut, misalnya  antara Rp 800 - 1150 untuk saham Krakatau Steel.

Setelah mengumpulkan semua minat beli, penjamin emisi menentukan harga optimum di mana saham itu akan laku. Kalau peminat banyak, harga ditentukan di batas atas dan pemesan mendapat jatah sedikit. Kalau peminat sedikit, harga ditentukan di batas bawah dan pemesan mungkin mendapat jatah banyak.

Mungkin terbersit dalam benak anda untuk ikut book-building. Saya anjurkan anda—pemula main saham—untuk TIDAK ikut book-building karena alasan berikut:

  1. Book-building lebih diperuntukkan investor besar. Pemula dengan modal kecil sulit untuk ikut proses ini.
  2. Memesan di book-building beresiko rugi. Kalau anda memesan saham yang sepi peminat, anda bisa mendapat jatah 100% dan saham tersebut sangat mungkin akan turun pada saat ditransaksikan di bursa mengakibatkan anda rugi besar. Kalau saham yang anda pesan banyak peminatnya, anda hanya dapat jatah sangat kecil atau tidak sama sekali dan anda cuma untung sangat kecil. Kesimpulannya: kalau anda benar, anda hanya untung sedikit. Tapi kebalikannya kalau anda salah, anda bisa rugi sangat besar.  
Dari mana bisa tahu jatah book-building?

Anda bisa bertanya kepada pialang (broker) anda. Kalau saham banyak peminatnya, jatah book-building biasanya kurang dari 1%. Makin kecil jatah berarti makin besar minat pasar. Saya sarankan anda hanya ikut IPO yang jatah book-buildingnya kurang dari 5%.

Mau tahu cara membeli saham IPO? Lanjut baca ke pos
"Cara Main Saham IPO untuk Pemula (Bagian II)."


Mau tahu prospek laba main saham IPO? Silahkan baca pos
"Main Saham IPO Bisa Untung Berapa?" 

Cara Main Saham IPO untuk Pemula (Bagian II)

Pos ini adalah lanjutan dari
"Cara Main Saham IPO untuk Pemula (Bagian I)."

Cara Membeli Saham 

Untuk membeli saham IPO, anda tidak harus mengantri dan berdesak-desakkan seperti yang anda lihat di TV atau koran; anda hanya perlu memesan ke pialang (broker) anda. Belum buka rekening di pialang saham/sekuritas? Saat untuk melakukannya sekarang. (Kalaupun anda tidak beli lewat pialang, anda tetap harus punya rekening di sekuritas untuk menjual saham yang anda dapat.) 
Sebelum membuka rekening, pastikan bahwa sekuritas pilihan anda menerima pesanan IPO karena tidak semua sekuritas melakukannya. Sebaiknya juga anda memilih sekuritas yang punya sistem on-line trading. [Saya akan menulis pos cara memilih pialang saham di kemudian hari. Mohon kembali berkunjung.]
Setelah punya rekening saham, langkah selanjutnya adalah memantau tanggal penawaran IPO tersebut. Pada saat penawaran, yang berlangsung 2-3 hari kerja, anda harus menyetor uang sejumlah saham yang anda pesan. Proses pemesanan saham seperti ini biasa disebut pooling. Untuk detil proses pemesanan, silahkan hubungi pialang anda.

Mohon diperhatikan bahwa pesanan harus dalam kelipatan 500 lembar karena saham ditransaksikan dalam kelipatan lot dan 1 lot = 500 lembar. Contoh: anda memesan saham Krakatau Steel seharga Rp 850 sejumlah 200 lot. Jumlah yang harus anda setor adalah: 200 lot x (500 lembar/lot) x (Rp 850/lembar) = Rp 85.000.000.

Setelah memesan, anda lalu menunggu konfirmasi penjatahan.


Penjatahan

Penjatahan saham diumumkan 1-2 hari sebelum hari listing (pencatatan di bursa). Siapkan mental dan jangan berharap banyak karena semakin besar minat pasar, semakin kecil jatah yang anda dapat.

Mohon diingat: anda saya sarankan hanya ikut IPO yang jatah book-buildingnya kurang dari 5%. Kalau jatah book-building kecil, jatah pooling kemungkinan juga kecil tapi tidak sekecil book-building. Dari pengalaman, saya pernah mendapat jatah dari 0,1% sampai dengan 10%. Contoh: pemesan saham Indofood CBP (ICBP) mendapat sekitar 8% dari jumlah yang dipesan.

Setelah anda tahu jumlah saham yang didapat, sebelum hari listing, anda harus membuat rencana transaksi (trading plan) saham.


Trading Plan

Kalau mau untung main saham, anda mutlak harus menyiapkan trading  plan. Demikian pula dengan IPO, anda harus merencanakan apa yang akan anda lakukan dengan saham yang didapat. Anda bisa memilih langsung menjual saham sesaat setelah listing atau memilih beli-dan-pegang (buy-and-hold). Intinya: anda harus menentukan ini sebelum listing dan, yang lebih penting, jangan plin-plan. (Ada baiknya anda membaca dulu pos
"Investasi Saham atau Trading Saham, Mana Lebih Baik?")

Misalnya anda memilih trading, tapi saham naik kencang lalu anda memutuskan untuk berubah haluan menjadi buy-and-hold. Jangan. Atau anda memilih buy-and-hold, tapi saham turun lalu anda memutuskan menjual. Jangan.

Kalau anda tidak tahu mau pilih yang mana, saya anjurkan anda untuk menjual saham sesaat setelah listing. Satu hal yang harus anda ketahui: anda tidak mungkin bisa konsisten menjual saham di harga tertinggi, jadi singkirkan harapan itu dari benak anda. Dan kalau anda memutuskan untuk jual, juallah saham anda di harga bid supaya langsung laku. Jangan menunggu.

Jauh lebih penting: anda harus memikirkan skenario seandainya saham turun. Apa yang akan anda lakukan? Apakah anda tetap memegang saham sampai ia naik, atau anda jual rugi? Sekali lagi, anda harus memikirkan ini matang-matang sebelum hari listing, bukan pada saat saham sudah ditransaksikan. Saran saya: jual saham kalau kerugian mencapai 10%.

Sebagai informasi: waktu saya pertama kali membeli saham IPO, saya rugi besar. Di tahun 1990 saya ikut IPO saham INCO di harga Rp 9000 dan setahun kemudian saya jual di Rp 4000. Ini adalah luka lama yang tidak akan saya lupakan. Untuk lengkapnya, silahkan baca
profil saya.

Dengan bertambahnya pengalaman, anda bisa meracik trading plan yang memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan kerugian. Tapi sebagai pemula, mendapat untung dari main saham sudah merupakan prestasi yang membanggakan. (Silahkan baca pos
"Target Laba Main Saham.")
Anda sudah siap dengan trading plan. Apa langkah selanjutnya? Lanjutkan baca ke "Cara Main Saham IPO untuk Pemula (Bagian III)."

Cara Main Saham IPO untuk Pemula (Bagian III)

Persiapan Sebelum Listing

Setelah trading plan, masih ada hal-hal lain yang harus disiapkan. Kalau anda memakai pialang via telepon, perkenalkan diri anda ke sang pialang. Minta nomor telepon direct dan HPnya; ungkapkan niat anda mau menjual saham IPO. Ingat: pialang manusia hanya punya dua telinga berarti hanya bisa on-line 2 telepon. Kalau anda tidak dikenal, apalagi saat saham IPO ramai ditransaksikan, si pialang mungkin tidak mau menerima telepon anda.

Alasan di atas adalah sebab utama saya menganjurkan anda membuka rekening on-line (internet) dan tidak perlu tergantung pialang manusia untuk bertransaksi. Kalau anda punya rekening on-line, pelajari dulu cara melihat harga saham dan cara memasukkan order jual. Lakukan ini sebelum listing supaya anda sudah tahu benar apa yang harus dikerjakan saat listing.

Hal berikut yang perlu anda tahu adalah kode saham tersebut. Semua saham di Bursa Efek Indonesia punya kode 4 huruf, misalnya KRAS untuk Krakatau Steel. Tanyakan kode saham IPO tersebut ke pialang anda.


Listing (Pencatatan di bursa atau hari transaksi pertama) 

Kalau proses book-building, pemesanan, dan penjatahan ibarat kehamilan, hari listing adalah hari kelahiran si bayi. Jantung anda berdegup cepat, menanti keluarnya sang bayi. 

Bursa akan dibuka jam 09:30 tapi jam 09:08 anda sudah siap di depan komputer, sudah on-line dengan server sekuritas anda. Anda sudah membuka layar Order Book dan layar Done by Stock saham anda. Detik demi detik anda hitung. Tik-tok-tik-tok.

Jam 09:30 saham mulai ditransaksikan; saham naik-turun, naik lagi terus turun lagi. Naik-turunnya harga saham membingungkan anda tapi untunglah anda sudah menyiapkan trading plan. Laksanakan rencana tersebut dengan konsisten. Kalau trading plan anda adalah jual, jual. Kalau setelah anda jual saham masih naik, jangan berkecil hati. Pemain saham berpengalaman pun sering menjual di harga rendah.

Kalau saham turun, anda juga harus konsisten dengan trading plan. Cut-loss secepat mungkin, jangan takut rugi. Kerugian ini akan tertutup oleh keuntungan dari IPO-IPO yang lain.

Jangan berbesar kepala kalau untung, jangan berkecil hati kalau rugi. Petualangan anda di dunia saham baru dimulai. Teruslah belajar.

Mau tahu prospek laba main saham IPO? Silahkan baca pos "Main Saham IPO Bisa Untung Berapa?"

Pos lain yang perlu dibaca:


1 komentar:

  1. Selamat Siang,
    saya sudah membaca blog anda, sangat mudah di pahami dan saya sangat tertarik untuk bekerja sama dengan anda, kami dari Forexmart menawarkan kerja sama affiliasi yang sangat menguntungkan untuk anda, jika anda berminat dan tertarik dengan penawaran ini bisa menghubungi email saya di hellokittykucing89@gmail.com dan saya akan memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai penawaran kerjasama ini.
    Terima Kasih dan salam sukses untuk anda

    BalasHapus